Rindu Kampung Halaman Sekaligus Antar Anak Wisuda, Merantau Ribuan Kilometer Demi Puncak Akhir Tahun di SDN Guwa-Guwa I
Guwa-guwa Raas — Jarak ribuan kilometer dan ombak Selat Madura rupanya tak menjadi halangan bagi para wali murid SDN Guwa-Guwa I, Kecamatan Raas. Menjelang puncak acara akhir tahun ajaran 2025/2026, pulau kecil di ujung timur Kabupaten Sumenep ini mendadak ramai dan hangat. Fenomena unik terjadi ketika para orang tua yang merantau di berbagai kota besar di Indonesia memilih untuk "mudik massal" demi menyaksikan buah hati mereka tampil di atas panggung sekolah.
Sejak seminggu terakhir, dermaga penyeberangan menuju Pulau Guwa-Guwa dipenuhi oleh kedatangan warga. Mereka bukan pulang untuk momentum Lebaran, melainkan untuk sebuah perayaan yang tak kalah sakral bagi masa depan anak-anak mereka: pelepasan siswa kelas VI dan kenaikan kelas.
Dari Bali hingga Kalimantan, Semua Jalan Pulang
Geliat antusiasme ini terlihat jelas dari profil para wali murid yang hadir. Sebagian besar dari mereka sehari-hari mengadu nasib di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, mulai dari Jakarta, Bali, hingga daratan Kalimantan.
Bagi mereka, menyisihkan waktu dan biaya transportasi yang tidak murah di tengah tahun bukanlah perkara mudah. Namun, demi melihat senyum sang anak saat menerima rapor atau mengenakan toga kelulusan, semua lelah itu menguap.
"Saya sengaja ambil cuti dari tempat kerja di Bali. Jauh-jauh hari sudah bertekad, apa pun kondisinya, tahun ini harus pulang untuk lihat anak bungsu saya lulus SD. Ini momen sekali seumur hidup buat dia," ujar Pak Sirajudin, salah satu wali murid yang bekerja di sektor pariwisata Bali.
Hal senada juga diungkapkan oleh bapak Andi Fata yang juga rela menempuh perjalanan jauh dari Bali. Menurutnya, kehadiran orang tua secara langsung adalah bentuk apresiasi tertinggi bagi perjuangan belajar anak-anak di pulau terpencil.
Gotong Royong Memeriahkan Acara
Kedatangan para perantau ini membawa energi baru bagi kepanitiaan acara di SDN Guwa-Guwa I. Tidak sekadar duduk sebagai undangan, para wali murid ini langsung membaur dengan warga lokal dan pihak sekolah untuk mempersiapkan dekorasi, panggung, hingga konsumsi.
Semangat gotong royong khas masyarakat kepulauan begitu kental terasa. Ada yang sibuk menata lampu panggung, menyiapkan kostum tarian tradisional, hingga menyumbang materi untuk memastikan acara penutupan tahun ajaran ini berjalan meriah.
Pihak sekolah pun mengaku sangat terharu dan bangga dengan pemandangan langka ini. Kehadiran fisik para wali murid dari perantauan dinilai menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap pendidikan anak-anak di Pulau Guwa-Guwa tetap menjadi prioritas utama, sekencang apa pun mereka diterpa kesibukan di kota orang.
Lebih dari Sekadar Seremonial
Bagi masyarakat Kecamatan Raas, khususnya di Pulau Guwa-Guwa, acara akhir tahun ajaran bukan lagi sekadar rutinitas kalender akademik. Momen ini telah bergeser menjadi ruang silaturahmi akbar, tempat melepas rindu antarkeluarga, sekaligus perayaan kolektif atas keberhasilan generasi penerus pulau.
Malam puncak nanti dipastikan akan berlangsung semarak. Dengan panggung sederhana namun penuh cinta, SDN Guwa-Guwa I siap melepas kelulusan tahun ajaran 2025/2026, diiringi tepuk tangan bangga dari para orang tua yang telah menempuh ribuan kilometer demi sebuah pelukan hangat untuk anak mereka.
Acara perayaan puncak akhir Tahun Ajaran ini berkolaborasi dengan lembaga pendidikan TK Almisbah dan SMP Islam Almisbah. (Bd. 2026*)
Posting Komentar untuk "Rindu Kampung Halaman Sekaligus Antar Anak Wisuda, Merantau Ribuan Kilometer Demi Puncak Akhir Tahun di SDN Guwa-Guwa I"
Posting Komentar